Sabar,,,

Sabar menurut bahasa artinya menahan atau bertahan. Yaitu menahan diri dari gelisah, cemas, amarah, juga menahan lidah dari keluh kesah, menahan diri dari kekacauan. Menurut banyak ulama sabar itu wajib, karena sabar merupakan setengah dari iman, separuh yang lain adalah syukur.

Sabar ada 3 macam dilihat dari objeknya :

Sabar dalam ketaatan kepada Allah dan Rasulullah

Taat kepada Allah dan rsulullah adalah kewajiban. Ini merupakan kesulitan untuk itu diperlukan kesabaran sebelum melakukan ketaatan agar mampu mendorong jiwa untuk memulainya dan membetulkan arah dan tujuan dalam beramal. Kesabaran  dibutuhkan sebelum melakukan ketaatan untuk menyempurnakan tujusan dalam beramal.

Sabar dari perbuatan maksiat terhadap Allah dan Rasulullah

Ini merupakan kesabaran yang paling berat karena manusia memiliki nafsu yang senantiasa memerintahkan untuk berbuat buruk dan maksiat.

Sabar ketika menghadapi bencana dan ujian, dengan cara :

  • Menahan hati dari sikap membenci takdir dan ridho dengan qada’
  • Menahan lidah dari mengeluh
  • Menahan anggota badan dari memukul-mukul, berteriak-teriak, merobek-robek ketika ditimpa musibah

Menurut Ibnu Taimiyah, sabar dalam melaksanakan ketaatan lebih baik daripada sabar menjauhi hal-hal yang haram, karena melakukan ketaatan lebih disukai Allah daripada kemashlahatan meninggalkan kedurhakaan.

Penyebab sabar bisa karena pertolongan Allah dan Allah yang memberikan kesabaran, bisa juga karena cinta kepada Allah, artinya sabar dilakukan bukan untuk memperlihatkan kekuatan jiwa dan ketabahan pada manusia. Wallahua’lam.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat ; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS 2:153)

Anak-anakku…

Akan tiba masanya ketika kalian dihadang badai dalam hidup. Bisa badai di luar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah denga tabah dan sabar, jangan lari. Badai pasti akan berlalu.

Anak-anakku…

Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam perjalanan  menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri, dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat.

Anak-anakku…

Bila badai datang. Hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukanlah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintasi lautan takk bertepi?

Dikutip dari Ranah 3 Warna ( Ahmad Fuadi, 2011) halaman 457

About these ads

About Uyunk Aminy


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: