Monthly Archives: April 2009

Lima Hari yang Menentukan,,,

Hari ini, tanggal 20 April 2009 adalah hari pertama dari lima hari pelaksanaan Ujian Nasional bagi siswa SMA dan setingkatnya. Seingat saya, ketika dulu saya menjalani UN, hanya 3 hari saja ya, tapi sekarang malah lebih panjang sampai 5 hari. Wah, tambah berat saja ujian yang harus dijalani siswa kelas 3 SMA tahun ini, termasuk adik saya. Ya, adik saya termasuk dari ribuan siswa kelas 3 SMA yang menjalani UN tahun ini. Memang sudah sewajarnya kalau semakin lama tantangan yang dihadapi para pelajar dan mahasiswa terus meningkat, yah hitung2 sebagai peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, negeri kita tercinta ini (heehhee…sok tau bgt ya saya,,^^).
Tapi masih banyak juga ya pihak2 yang tidak setuju akan pelaksanaan UN ini, alasannya sih macam2, antara lain ada yang bilang gak adil lah, pendidikan selama 3 tahun di SMA Cuma dinilai dengan UN yang hanya 5 hari ini (dulu 3 hari), atau gak adil karena kualitas sekolah2 di Indonesia kan beda2, sehingga nantinya sekolah2 di daerah perifer (baca: daerah pinggiran) memiliki tingkat ketidak lulusan yang tinggi kalau standar kelulusannya disamakan secara nasional, atau alasan2 lainnya.
Yah…terlepas dari semua pendapat orang2 itu, di sini saya hanya mau bilang..selamat menjalankan UN ya bagi adik2 SMA di seluruh Indonesia (khususnya untuk adik saya,,jangan lupa berdoa, hanya Allah yang dapat membantu,,semoga Allah memberikan kemudahan ya, dan usahanya selama ini dibalas dengan hasil yang memuaskan,,ingat di sini ada orang2 yang slalu mencintai dan mendoakanmu,,^^).

Advertisements

Perubahan itu BUkan Pilihan,,,

Tak terasa sudah 3 tahun aku memasuki dunia yang dulu kuanggap “baru”,,,masa yg penuh pengalaman yang mendewasakanku. Perkenalan dengan orang2 yg memberi warna dan mengajarkan banyak hal dalam hidupku. Awalnya kupikir dunia yang baru ini akan sama dengan dunia yang dulu aku jalani,,,awalnya memang sama, tapi mulai kurenungi,ternyata banyak perbedaan dan perubahan yang terjadi, yang bahkan sempat kuingkari. Aku pernah berpikir bahwa aku ingin selamanya menjadi manusia seperti aku apa adanya, menjadi gadis kecil yang senantiasa bahagia, tak bermasalah, dan tak kan pernah dewasa. Tapi mulai kusadari, ternyata memang hidup ini harus berjalan, dan jika kita bertahan untuk tidak berubah, tak tahulah,,,aku pun mulai kesulitan.

Banyak hal yang membuatku berpikir ulang atas keputusanku dulu, berbagai peristiwa, masalah, orang2 yang secara sengaja ataupun tidak telah membuatku sadar, bahwa memang “perubahan itu bukan pilihan, tapi merupakan keharusan bagi orang2 yang ingin menjadi lebih baik”, kira2 seperti ini kalimat yang kukutip dari seorang sahabat.

Yah,,dan kini aku telah menjadi aku yang baru, insyaAllah..mungkin memang belum banyak yang tampak, tapi sedari dulu pun aku selalu berkata bahwa ‘biarlah Allah saja yang menilai semuanya’.

Dan untuk orang2 yang senantiasa mencintai, mendoakan, serta mendukungku..tak kan lelah bibir ini berucap…terima kasih…semoga Allah mencatat ini sebagai amal, dan membalas dengan kebaikan untuk kalian.


AKU CINTA KAMU,,,

aishiteru Entah mengapa tiba2 saya ingin menceritakan tentang beberapa sahabat dekat saya. Di kelas, saya dekat dengan beberapa orang sahabat perempuan, sebut saja M, S, N, dan L. sekarang saya akan mencoba mendeskripsikan masing2 sahabat saya. Bukan untuk apa2, saya hanya ingin mengekspresikan rasa sayang saya kepada mereka dalam bentuk sebuah cerita yang mungkin bisa menjelaskan betapa saya sangat bahagia bisa mengenal mereka (hehehhe,,,agak lebay). Ya sudahlah, kita mulai yaa…

Yang pertama kita mulai dari M. M adalah teman dekat yang sudah saya kenal sejak awal masuk SMA. Kalau dihitung2 ya sudah 6 tahun kami bersahabat. M adalah seorang yang biasa saja, artinya orangnya bisa dikatakan nggak neko2, lurus2 aja. Dia adalah teman yang menyenangkan, sabar, pandai, dan merupakan pendengar yang baik. Dengan selera humornya yang cukup baik, M menjelma menjadi orang yang menyenangkan bagi siapa saja (ciyeee,,,,), bukan berlebihan, memang seperti itu adanya. Sekali lagi dia adalah teman yang enak diajak berdiskusi, dan yang penting adalah dia orang yang sangat apa adanya (alias gak jaim).

Beranjak ke yang berikutnya, ada si L. L juga teman yang sudah lama saya kenal, sama seperti M, kami berteman sejak kelas 1 SMA. L adalah anak yang ceria, secara umum dia sama dengan saya, cukup banyak bicara, tampak kekanak-kanakan, dan mempunyai selera humor yang baik (tapi terkadang bercandanya suka berlebihan,,,peace..^^) dan kalau bicara agak kurang dipikirkan terlebih dahulu (pada dasrnya saya juga seperti tu,,^^ ). Satu yang paling saya sukai dari L, dia adalah orang yang sangat tulus, mau menolong disaat dibutuhkan. Bisa dibilang L adalah teman disaat suka maupun duka, anaknya juga mudah diubah, maksudnya mudah menerima nasihat dari orang lain (catatan : dengan cara yang baik dan benar, karena pada dasarnya L juga adalah orang yg mudah tersinggung).

Yang ketiga ada N. saya baru mengenalnya pada saat kuliah. Awalnya saya mengenalnyya sebagai orang yang pendiam, pemalu, dan tidak banyak bicara. Tapi kalau sudah kenal, semua anggapan itu akan hilang dengan sendirinya,hheee…N adalah orang yang sangaaaat polos, dengan kata2 yang sederhana dan spontan, tapi bisa membuat kita tertawa sampai cape’,^^. Terkadang saya sampai bingung, bagaimana dia bisa melontarkan kata2 yang spontan bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain.

Lain lagi S. Dia adalah teman yang cukup dewasa, punya banyak saran kalau kita sedang bermasalah. Pada dasarnya dia adalah orang yang sangat baik, perhatian, bisa diandalkan, suka menolong, dan sangat penyayang. Orangnya memang sedikit emosional, agak galak tampaknya, tapi bagi yang sudah mengenalnya ini merupakan cara untuk memperlihatkan perhatiannya. Hatinya juga sangat lembut, mudah tersentuh melihat kesulitan orang lain, satu lagi kalau dia sudah punya pandangan tentang sesuatu, biasanya agak sulit diubah.

Yah,,,itu tadi sekilas tentang sahabat2 dekat saya. Kalau ada di antara mereka yang membaca, saya cuma mau mengatakan bahwa saya sayang kalian, saya sangat bersyukur bisa mengenal kalian…Luv u all,,,^^

itz-friendship


KITA MEMANG SENDIRI

Semua yang mengenalku mungkin berkata bahwa aku bukanlah orang yang bisa hidup sendiri, aku adalah orang yang selalu butuh orang lain, dan aku tak bisa jauh dari keramaian. Aku pun mengakuinya, memang beginilah aku. Sampai ada seorang teman yang menyadarkanku akan sesuatu, bahwa kita lahir, hidup, dan mati hakikatnya adalah sendiri. Teman tadi menganalogikan bahwa kehidupan kita layaknya sebuah pulau di tengah samudra, sendiri dan jauh dari pulau2 lainnya. Suatu hari mungkin akan ada serombongan orang yang datang ke pulau itu, mampir istilahnya. Tapi tak kan ada orang yang selamanya ada di pulau itu, selain kita tentunya. Terlepas dari berapa lama orang2 itu mampir, pada akhirnya mereka akan pergi dan meninggalkan pulau itu sendiri. Seperti itulah hidup kita. Seperti pulau yang nantinya akan ditinggalkan. Orang2 yang datang itu layaknya orangtua, kawan2, saudara, sahabat, bahkan mungkin pasangan kita nantinya. Tapi percayalah, satu per satu mereka akan meninggalkan kita. Tapi yang musti kita ingat, selama mereka ada di dekat kita, kasihilah, hormatilah, dan sayangilah mereka sebagaiman mestinya, selayaknya pemilik pulau yang melayani para pendatang di pulaunya.

bahwa-kita-sendiri


Ini yang namanya takdir,,,

Jadi teringat kembali bagaimana dulu saya menolak untuk memasuki dunia yang saya jalani sekarang. Dengan berbagai alasan (mulai dari yg masuk akal sampe yang ngarang bgt..) saya berusaha menghindarinya. Tapi semua berubah sejak tanggal 28 Januari 2006. Hari itu merupakan titik balik dalam hidup saya, semuanya berakhir di sana dan bermula pula di sana. Memang Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia, saya mulai merasakan keikhlasan di sana. Saya jalani semua dengan hati yang lapang, apapun hasilnya.

Yah,,,akhirnya ya seperti sekarang ini, saya bisa menjalani hari2 dengan tetap bahagia dan menikmati semua proses yang terjadi. Bahkan yang agak mengherankan (bagi saya) adalah saya mulai merasa cinta pada dunia yang saya jalani, menikmati tiap proses yang terjadi, baik dan buruknya, semua kesulitan dan kemudahannya. Mungkin memang ini yang dinamakan takdir. Takdir yang sudah diitentukan Allah, dan tinggal kita jalani dengan penuh keikhlasan.

takdir

Ada sebuah kalimat (ngutip dari seorang sahabat,,^^) yang cukup untuk mengingatkan kita,,,’bahwa Allah tidak selalu memberikan apa yang kita minta, tapi percayalah bahwa Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan’. Di balik semua yang terjadi dalam hidup kita, pasti ada sesuatu yang indah, yang telah dipersiapkan Allah. Jadi jangan ragu, Allah Maha Tahu akan semua yang terbaik bagi hidup kita,,,


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!