Monthly Archives: May 2009

,,menyerah,,

Setelah sekian waktu aku bertahan,,

aku pun akhirnya menyerah

Sungguh tak percaya rasanya

Bertahun-tahun yang dilalui

Dapat terhapus semudah ini,,

Dan aku pun harus menyerah,,

Atas semua yang terjadi,,

Kebungkaman selama ini,,

Rasa acuh yang ditampakkan,,

Bibir yang terkunci rapat

Semua yang mengiris hatiku,,

Menumpahkan air mataku

Ungkapan yang tak terbalaskan,,

Dan aku pun harus menyerah,,

Biarlah,,biar semuanya terjadi

Sungguh aku tlah menyerah,,dan tak peduli,,

Advertisements

SoRe-soRe di samPing UPT,,,

gak da yang spesial sebenernya,,

cuman mau cerita pengalaman pertama belajar sore-sore di samping UPT,,

waaaah,,,kasian bgt yaa,dah 3 taun jadi mahasiswa Unram, 2 taun kuliah di kampus lama FK,,tp baru sekali ngerasain belajar sore-sore d samping UPT,,

ternyata asiik jg lhoo,,sore-sore di samping UPT,,belajar rame-rame sambil ketawa-ketawa,,hahaahaa,,,jangan2 banyakan ketawanya,,=D

jadi ceritanya diajakin intan, fris sama wir (uniZar) buat ikutan belajar sambil ngerjain tugas,,walaupun awalnya males2an n masi pengen bobo’ siang,,tapi akhirnya jadi pergi jugaaa,,,^^

lumayaan,,tugasnya selesai, belajarnya juga selesai,,lebih seger aja, belajar di tempat terbuka sambil nikmatin angin sepoi-sepoi,,heheeehee,,,

kapan2 belajar bareng lagi yaaa,,,^^

15052009534

15052009539

15052009540


BicaRaLah,,,

Pernah denger tentang malpraktek yang disiarkan di TV??

Banyak kasus yang disiarkan sebenarnya bukan malpraktek, tapi seringnya Cuma masalah miskomunikasi antara dokter, pasien, atau keluarga pasien. Sebenarnya semua itu tidak perlu terjadi kalau saja dari awal si dokter menjelaskan secara rinci berbagai tindakan yang akan dilakukannya lengkap beserta komplikasinya,,yaa… KOMPLIKASInya, artinya setiap orang yang dilakukan tindakan serupa oleh dokter manapun memiliki resiko untuk mengalami hal yang sama, namanya juga komplikasi,,,Dan inilah yang banyak terjadi, komplikasi dari suatu tindakan atau terapi dinggap sebagai malpraktek oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Nah, kalo malpraktek itu artinya si dokter emang salah, bisa saja gak ngelakuin tindakan sesuai standar prosedur yang telah ditetapkan, atau malah melakukan tindakan yang tidak sesuai kompetensinya (misalnya dokter umum melakukan tindakan yang merupakan kompetensi dari seorang dokter spesialis,,nah lhoo…). tapi sebenarnya siiy bukan malprakteknya yang mau dibahas, heheee…ini sih Cuma pendahuluannya aja.. nah,,yang mau kita bahas sekarang adalah komunikasinya…

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal (Wikipedia).

Conversation_Image

Sebagai manusia normal, alat komunikasi yang telah diberilan oleh Allah SWT tuuw berupa mulut (dengan berbagai perangkat-perangkatnya,,^^), yang dalam hal ini berfungsi untuk bicara.

Nah, sebagai manusia yang bersyukur atas nikmat tadi, sudah seharusnya kita memanfaatkan apa yang diberikan dengan sebaik-baiknya..

Ini Cuma pendapat saya aja lhhoo yaa,,,menurut saya segala sesuatunya itu memang harus dibicarakan, dikomunikasikan (dengan cara yang baik tentunya), sehingga gak perlu tuh terjadi masalah Cuma gara-gara miskomunikasi. Apa yang kita rasakan, pendapat, gagasan, apa saja…sebaiknya ya dibicarakan, supaya jelas,,,

494845-5

Jadi curhat kaan,,,ya seringnya seperti itu siiy,,masalah2 sepele malah jadi semakin berkembang karena gak pernah dibicarakan sampai tuntas. Dipendam-pendam terus dalam hati, akhirnya ntar kalo udah numpuk,, meledaklah semuanya, akhirnya yaa jadi masalah yang benar-benar serius..dan yang seperti ini lah yang gak kita inginkan kaan,,,

Ini masih menurut saya, kalau kita merasakan sesuatu, apa saja, misalnya perasaan tidak nyaman pada orang-orang terdekat kita, bisa orang tua, saudara2, sahabat, atau bahkan pasangan kita nantinya, sebaiknya ya dikomunikasikan, dibicarakan untuk mencari jalan keluarnya, bersama-sama menyelesaikan masalah yang ada. Yakin deh, siapapun orangnya, kalau diajak bicara dengan bahasa dan cara yang baik, pasti akan mau menerima kooq…yaa..catatannya yg tadi itu, dengan cara yang baik dan bahasa yang baik,, jangan sambil teriak-teriak, atau marah2,,bisa-bisa malah kita semakin bermasalah dengan orang tadi. Kita juga harus bisa melihat situasi dan kondisi, jangan karena tergesa-gesa ingin menyelesaikan suatu masalah, kita gak liat-liat, sapa tau orang yang mau kita ajak bicara dengan pusing, cape’, atau sakit gigi (hehee…^^), bukannya malah selesai, malah kita yang digampar…=D

Ini yang terakhir, kalau memang orang yang kita ajak bicara sedemikian susahnya untuk diajak bicara, buat aja surat, tulis semua yang kita rasakan beserta harapan-harapan kita, insyaAllah dia mau mengerti kooq,,oya satu lagi,,jangan pernah malu mengatakan maaf dan terimakasih yaa..dua kata ini sangat ampuh lhoo..maaf itu artinya kita mengakui kesalahan dan kekurangan kita, namanya juga manusia ya gak pernah luput dari salah kaan… dan terimakasih artinya kita menghargai orang lain, atas segala sesuatu yang pernah diberikan orang itu terhadap kita. Jangan salah,,minta maaf juga bukan berarti kita yang salah atau kalah, tetapi kita mengalah untuk menang,hehee…insyaAllah…


Makanya,,jangan BeGo,,^^

Kalimat itu yang akhir-akhir ini cukup sering kami (saya dan teman2) dengar,,bukannya apa-apa, Cuma mau menegaskan,,ternyata kadang-kadang kita emang BeGo,,,

Ceritanya bermula dari pertemuan dengan ummi (ustadzah),, yang memang awalnya tidak direncanakan. Jadi siang itu kami ingin berkonsultasi tentang suatu masalah yang cukup berat yang sedang kami hadapi. Sesampai di rumah ummi, kami bingung mau mulai darimana. Tapi akhirnya kamu berhasil menjelaskan maksud kedatangan kami siang itu. Ummi terlihat sangat paham akan masalah ini, dan mulailah ummi menjelaskan pada kami semua, bagaimana seharusnya menghadapi masalah, dan bagaimana kami harus bersikap. Singkat cerita, dari hasil pertemuan yang hanya sekali itu, kami mendapat banyak pandangan, masukan, dan nasihat yang sangat mengena di hati,, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti kajian secara rutin di rumah ummi.

Yaa,,,setelah dirapatkan dengan teman2 (hehheee,,,gaya bgt yaa..), akhirnya kami memutuskan hari yg tepat untuk ngaji di tempat ummi. Setelah menghubungi ummi, dan persiapan2 lainnya (kaya’ mau perang aja,,^^), maka mulailah rutinitas  baru kami setiap minggunya,,

Minggu pertama,,kami hanya bertiga, kawan2 lainnya banyak yg berhalangan,,ya,jadilah ngaji bertiga aja…saya pun datang terlambat hari itu,heheee,,,

Gak tau kenapa,kok hari itu kami agak gak nyambung (sebenernya siy bukan agak, tapi sangaat ^^) ,,yaiyalah, masa ditanya2 sama ummi gak pada bisa jawab,,BeGo bgt kaaan,,astaghfirullah,,,tapi walaupun kami masih BeGo bgt, ummi tetap aja sabar menjelaskan semuanya kepada kami. Wah..mulai semangat nii ikut kajiannya,hehee…jadi gak sabar nunggu minggu berikutnya,^^

Minggu kedua,,yang datang udah lumayan banyak, alhamdulillah…(berhasil manas-manasin temen2 buat ikutan,hee…) tapi ya tetap aja,,BeGo nya masih gak ilang2. Tiap ditanya ummi masih aja suka bengong,, yaa,,namanya juga baru,belum pemanasan, jadi masih kaget, hehee,,(ngeles dikiit,,^^). Jadi inget waktu ummi bilang,,waaah,,jadi emang akhwat kedokteran harus taklim yaa,,,,jadi maLuuu…selama ini rupanya kami hanya disibukkan ma urusan kuliah, kampus, tugas,de el el, de ka ka,,,

Dan minggu-minggu berikutnya membuat kami sadar, ternyata emang ilmu yang kami miliki tu belum ada apa-apanya, masih banyak bgt yang tidak kami ketahui..hmmm…semoga kesadaran ini membuat kami makin semangat untuk menuntut ilmu, semakin rajin ngajinya, gak datang telat kalo kajian,,hehehee…(amin, donk!!)

Yaah,,,semoga kita tetap istiqomah yaaa kawan-kawaan,,,tetap belajar,,supaya gak BeGo lagiii,,^^


dan aiR maTaku meneTes Lagi,,

Entah kapan yang terakhir kali

Rasanya sudah terlalu lama

Sejak aku menjauh dariNya

Sejak aku disibukkan hiruk pikuk dunia

Dan air mataku menetes lagi

Saat hati ini tlah disentuh

Raga ini dibelai lembut

Oleh tangan penuh cinta

Dan air mataku menetes lagi

Semoga awal dari indah hidupku

Permulaan titian panjangku

Dan berakhir pada rengkuhanNya

aiR maTa,,


,,,,,,,,,,,,,,,,,

Baru dua hari masuk lagi di semester ini setelah sempat libur beberapa hari setelah UTS kemarin. Seperti kuliah2 pada hari2 biasanya, tidak ada yang terlalu spesial pada hari ini. Namun yang berbeda justru pada saat kami akan pulang. Ruang kelas kami di RSU berada di lantai tiga, dan setiap kali turun, kami akan langsung bisa melihat kearah pintu kamar operasi. Pada hari itu, saat kami baru saja sampai di ujung tangga, kami sudah melihat seseorang berbaring dengan tubuh yang ditutup oleh kain, seluruh tubuhnya. Yaaah,,kita pasti sudah bisa menebak, sosok itu merupakan jenazah salah satu pasien yang mungkin baru saja meninggal. Awalnya biasa saja, kami beramai-ramai hanya lewat sambil mengatakan “innalillahi wa innailaihi rooji’uun”, lalu sambil diam berlalu dan seperti biasanya pula, kembali ribut setelah jauh dari jenazah tadi.
Begitu pula hari berikutnya, bahkan hari ini lebih membosankan dari hari2 biasanya, karena dalam sehari sama sekali tidak ada kuliah. Semuanya kosong sampai jam 12 siang, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Dan sekali lagi kami melihat sesosok jenazah yang tubuhnya ditutup oleh kain, lagi2 kami terdiam sambil melewatinya. Salah seorang teman berkata,
“kemarin ada yg meninggal, sekarang ada lagi,,tiap hari kita harus liat yg kaya gini,,kita kuat gak yaa?”
Kemudiian saya mulai berpikir, benar juga yg dikatakan teman saya ini. Setiap hari mungkin kami akan melihat kematian. Tapi apakah kami bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang akan kami saksikan??
Awalnya mungkin kita akan mulai termenung melihat kejadian2 di sekitar kita, memikirkannya, dan kalau kita memang orang yg beruntung, kita akan bisa mengambil hikmahnya bagi kehidupan kita. Tapi apa jadinya kalau kita terlampau sering melihat kejadian yg sama, tidakkah kita akan terbiasa, dan bahkan menjadi “bebal” dan tak peduli, sehingga tidak dapat lagi melihat ada apa di balik semua kejadian itu??

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS 21:35)