Polip Hidung

Pendahuluan

Polip hidung adalah masa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih keabu-abuan, yang terjadi akibat inflamasi mukosa. Polip dapat timbul pada penderita laki-laki maupun perempuan, dari usia anak-anak sampai usia lanjut.

Dulu diduga predisposisi timbulnya polip nasi ialah adanya rinitis alergi atau penyakit atopi, akan tetapi banyak penelitian yang mengemukakan berbagai teori dan para ahli sampai saat ini menyatakan bahwa etiologi polip nasi masih belum diketahui dengan pasti.

Pembentukan polip sering diasosiasikan dengan inflamasi kronik, disfungsi saraf otonom serta predisposisi genetik. Polip hidung biasanya terbentuk sebagai akibat reaksi hipersensitif atau reaksi alergi pada mukosa hidung. Peranan infeksi pada pembentukan polip hidung belum diketahui dengan pasti tetapi ada keragu – raguan bahwa infeksi dalam hidung atau sinus paranasal seringkali ditemukan bersamaan dengan adanya polip.

Tujuan utama pengobatan pada kasus polip hidung adalah menghilangkan keluhan-keluhan, mencegah komplikasi dan mencegah rekurensi polip.

Tinjauan Pustaka

A. Etiologi dan Faktor Predisposisi

Polip nasi merupakan kelainan mukosa hidung berupa massa lunak yang bertangkai, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabuan, dengan permukaan licin dan agak bening karena mengandung banyak cairan. Polip nasi bukan merupakan penyakit tersendiri tapi merupakan manifestasi klinik dari berbagai macam penyakit dan sering dihubungkan dengan sinusitis, rhinitis alergi, fibrosis kistik dan asma.1

Dulu diduga predisposisi timbulnya polip nasi ialah adanya rinitis alergi atau penyakit atopi, akan tetapi banyak penelitian yang mengemukakan berbagai teori dan para ahli sampai saat ini menyatakan bahwa etiologi polip nasi masih belum diketahui dengan pasti. Pembentukan polip sering diasosiasikan dengan inflamasi kronik, disfungsi saraf otonom, dan faktor predisposisi genetik.2

Polip hidung biasanya terbentuk sebagai akibat reaksi hipersensitif atau reaksi alergi pada mukosa hidung. Peranan infeksi pada pembentukan polip hidung belum diketahui dengan pasti tetapi ada keragu – raguan bahwa infeksi dalam hidung atau sinus paranasal seringkali ditemukan bersamaan dengan adanya polip.3

B. Patofisiologi

Menurut teori Bernstein, terjadi perubahan mukosa hidung akibat peradangan atau aliran udara yang berturbulensi, terutama di daerah sempit di kompleks ostiomeatal. Terjadi prolaps submukosa yang diikuti oleh reepitelisasi dan pembentukan kelenjar baru. Juga terjadi peningkatan penyerapan natrium oleh permukaan sel epitel yang berakibat retensi air sehingga terbentuk polip.

Teori lain mengatakan karena ketidakseimbangan saraf vasomotor terjadi peningkatan permeabilitas kapiler dan gangguan regulasi vaskular yang mengakibatkan dilepaskannya sitokin-sitokin dari sel mast, yang akan menyebabkan edema dan lama-kelamaan menjadi polip.

Bila proses tersebut berlanjut, mukosa yangg sembab makin membesar menjadi polip dan kemudian akan turun ke rongga hidung dengan membentuk tangkai.2

C. Tanda dan gejala

Gejala utama yang ditimbulkan oleh polip hidung adalah rasa sumbatan di hidung. Sumbatan ini tidak hilang – timbul dan makin lama semakin berat keluhannya. Pada sumbatan yang hebat dapat menyebabkan gejala hiposmia atau anosmia. Bila polip ini menyumbat sinus paranasal, maka sebagai komplikasinya akan terjadi sinusitis dengan keluhan nyeri kepala dan rinore. Bila penyebabnya adalah alergi, maka gejala yang utama ialah bersin dan iritasi di hidung.3

Secara makroskopik polip merupakan masa bertangkain dengan permukaan licin, berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabuan, agak bening, lobular, dapat tunggal atau multipel dan tidak sensitif bila ditekan atau ditusuk tidak sakit. Warna polip yang pucat tersebut disebabkan karena mengandung banyak cairan dan sedikitnya aliran darah ke polip. Bila terjadi iritasi kronis atau peradangan, warna polip bisa berubah menjadi kemerahan dan polip yang sudah menahun warnanya dapat menjadi kekuningan karena banyaknya jaringan ikat.2

Pada rinoskopi anterior polip hidung seringkali harus dibedakan dari konka hidung yang menyerupai polip (konka polipoid). Perbedaan antara polip dan konka polipoid ialah 3 :

Polip :

–          Bertangkai

–          Mudah digerakkan

–          Konsistensi lunak

–          Tidak nyeri bila ditekan

–          Tidak mudah berdarah

–          Pada pemakaian vasokonstriktor (kapas adrenalin) tidak mengecil.

Keluhan utama penderita polip hidung adalah hidung rasa tersumbat dari yang ringan sampai berat, rinore mulai yang jernih sampai purulen, hiposmia dan anosmia. Mungkin disertai bersin-bersin, rasa nyeri pada hidung disertai sakit kepala di daerah frontal. Gejala sekunder yang dapat timbul ialah bernapas melalui mulut, suara sengau, halitosis, gangguan tidur dan penurunan kualitas hidup. Dapat menyebabkan gejala pada saluran nafas bawah berupa batuk kronik dan mengi, terutama penderita polip nasi dengan asma.2

D. Diagnosis

Diagnosis polip nasi dapat ditentukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjuang.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan masa putih keabuan, permukaan licin, bertangkai, dan tidak sensitif seperti gambaran polip hidung. Polip hidung yang masif dapat menyebabkan deformitas hidung luar sehingga hidung nampak mekar karena pelebaran batang hidung.

Pembagian stadium polip menurut Mackay dan Lund (1997):

  • Stadium 1 : polip masih terbatas di meatus medius.
  • Stadium 2 : polip sudah keluar dari meatus medius, tampak di rongga hidung tapi belum memenuhi rongga hidung.
  • Stadium 3 : polip yang masif.

Adanya fasilitas endoskop akan sangat membantu diagnosis kasus polip yang baru. Pada stadium 1 dan 2 kadang-kadang tidak terlihat pada pemeriksaan rinoskopi anterior tetapi tampak dengan pemeriksaann nasoendoskopik. Pada kasus polip koana juga sering dapat dilihat tangkai polip yang berasal dari ostium asesorius sinus maksila.

Foto polos sinus paranasal (posisi Waters, AP, Caldwell dan lateral) dapat memperlihatkan penebalan mukosa dan adanya batas udara-cairan dalam sinus, tetapi kurang bermanfaat pada kasus polip. Pemeriksaan tomografi (CT scan) sangat bermanfaat untuk melihat dengan jelas keadaan di hidung dan sinus paranasal apakah ada proses radang, kelainan anatomi, polip dan sumbatan pada kompleks ostiomeatal. CT scan terutama diindikasikan pada polip yang gagal diobati dengan terapi medikamentosa, jika ada komplikasi dari sinusitis dan pada perencanaan tindakan bedah terutama bedah endoskopi.2

E. Terapi

Untuk polip edematosa, dapat diberikan pengobatan kortikosteroid 3 :

  1. Oral, misalnya prednison 50 mg/hari atau deksametason selama 10 hari, kemudian dosis diturunkan perlahan – lahan (tappering off).
  2. Suntikan intrapolip, misalnya triamsinolon asetonid atau prednisolon 0,5 cc, tiap 5 – 7 hari sekali, sampai polipnya hilang.
  3. Obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid, merupakan obat untuk rinitis alergi, sering digunakan bersama atau sebagai lanjutan pengobatn kortikosteroid per oral. Efek sistemik obat ini sangat kecil, sehingga lebih aman.

Daftar Pustaka

1. Dewi, Merses Varia. Polip Nasi Pada Wanita Berusia 62 Tahun Dengan Riwayat Sinusitis Maksilaris Dekstra. Bagian Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok, RSUD Temanggung. Jawa Tengah. 2010.

2. Soepardi, Efiaty Arsyad, dkk. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher Edisi Ke-enam. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2007 : p 123-125

3. Darusman, Kianti Raisa. Polip Nasi. Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Jakarta. 2002 : p 4-19

About Uyunk Aminy


2 responses to “Polip Hidung

  • edi

    saya hidung saya keluar lendir kuning keputihan spt orang berdahak..
    nafas sesak……apakah saya polip

    • Uyunk Aminy

      bisa jadi, tapi musti diperiksakan lebih lanjut pak, karena gejalanya bukan hanya keluar lendir dari hidung, musti dilihat di dalam hidungnya, kalau ada polip biasanya kelihatan dgn pemeriksaan fisik, coba periksakan saja ke dokter, spaya lebih jelas,,:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: