Ruang 2*9

Minggu pertama di interna, saya kebagian dua ruangan di bangsal mawar, ruang A dan B. Masing-masing 5 dan 4 pasien. Selama satu minggu saya di sana, satu persatu pasien pulang, karena keadaannya membaik, alhamdulillah..dari ibu-ibu tua dengan penyakit jantung, darah tinggi, ibu muda yang lucu dan lincah (serta rajin membersihkan tempat tidur,heheh,,) dengan perdarahan saluran cerna (hematemesis melena), mbak-mbak dengan demam tifoid, ibu tua dengan demam berdarah dan yang terakhir ibu tua dengan tumor di leher, satu per satu pulang. Oh iya, pasien saya semua perempuan, karena memang ruangan yang saya pegang ini khusus perempuan (belakangan kebijakannya diubah, pasien jadi dikelompokkan berdasarkan penyakit, bukan berdasarkan jenis kelamin lagi,,). Tinggallah seorang ibu muda dengan kencing manis sejak kecil, gangguan di ginjal serta penyakit di paru sekaligus. Ibu muda yang lemah, suaminya senantiasa menemani (tiga hari belakangan ibu ini juga ditemani ibunya). Seorang laki-laki yang lucu, hobi cerita, dan sering bgt gangguin pasien lain di ruangan ^^. Setiap saya datang, biasanya ibu ini sedang makan, kadang-kadang disuapi suaminya. Mulailah setiap pagi saya periksa, sambil suaminya bercerita dan sedikit ngelucu,hhee..begitu terus selama kurang lebih tiga hari. Tiga hari belakangan suami si ibu mengaku tidur istrinya di malam hari sering terganggu, karena sesak yang semakin berat. Setiap malam harus memanggil perawat jaga untuk dipakaikan sungkup oksigen, kasihan..pasien lain di ruangan juga sering cerita, katanya kasihan mbak, pasien yang itu, semalam gak bisa tidur, sesaknya keras sekali..saya juga prihatin. Saya laporkan ke supervisor yang biasa visite pagi di ruangan itu, dan sempat dikonsulkan ke bagian paru. Sempat diberikan obat dari bagian paru selama dua hari, namun keadaannya terus seperti itu, semakin memburuk. Hari keenam saya lihat ibu itu menaangis karena sulitnya bernafas. Segera saya bantu sebisanya, memposisikan tidurnya dan di KIE sedikit, akhirnya ibu tersebut reda tangisnya. Kasihan..kita yang sehat-sehat ini menghirup udara dengan bebasnya tanpa berfikir apapun, tanpa kesulitan sedikitpun, sementara ada orang yang untuk bernafas sekali saja berfikir karena sakitnya, sulit karena sesaknya..

Hari keenam berlalu, siang ini giliran kelompok saya yang jaga. Siang-sing saya udah nongkrong di UGD (dapat jadwal jaga UGD pertama dibandingkan teman kelompok saya yg lain). Sampai malam di UGD, lalu datang operan, gantian deh sekarang saya jaga ruangan. Karena saya di UGD sampai malam, jadi saya tahu gak ada pasien baru yang naik ke ruangan, selain itu kawan saya juga sudah keliling liat-liat kalau-kalau ada pasien baru atau pasien gawat, kenyataannya ya tidak ada. Akhirnya kita naik ke ruangan di lantaii tiga, bangsal infeksi, karena bangsal ini berdekatan dengan ruang tidur koass,hehe.. sekitar jam 12 malam ada dua pasien baru, yah sudah periksa-periksa dan lapor dokter jaga, setelah itu kami istirahat. Esoknya kami pulang karena jam jaganya sudah habis, digantikan teman-teman kelompok yang jaga hari itu. Alhamdulillah..bisa istirahat di rumah.

Dini hari pada saat di rumah, tiba-tiba hape saya bunyi, ada pesan masuk. Isinya begini “yunk, pasiennya meninggal, yg DM”. Seingat saya ada tiga pasien saya yang menderita kencing manis, namun saya gak tahu yang mana yang dimaksud kawan saya ini. Saya tanya yang mana, di ruang berapa, tapi kawan saya tidak membalas. Esoknya saya lihat-lihat, tempat tidur di pojok dekat jendela kosong, artinya penghuninya sudah gak ada. Segera saja saya mempersiapkan alat-alat seperti biasa, pagi-pagi harus follow up pasien sebelum supervisor datang. Ketika saya masuk ke ruangan, saya segera menghampiri ibu dari pasien saya, kebetulan mbaknya lagi tidur, jadi saya ngobrol aja sama ibunya. Saya tanya, pasien yang di pojok mana bu?? Kata ibu itu, sudah meninggal mbak, tadi malam..innalillahi wa inna ilaihi roji’uun..sudah saya perkirakan ibu itu yang meninggal, tapi tetap saja kaget. Terakhir saya ketemu ibu itu lagi nangis-nangis karena sesak nafasnya. Teman saya sempat bilang, tadi malam dia lihat saat sakratul mautnya..sedih rasanya, masih terbayang jelas wajah ibu muda itu beserta suaminya yang lucu dan hobi cerita.

About Uyunk Aminy


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: