Corat Coret

Pernikahan..apa yang ada di benak kalian tentang pernikahan??menyatukan dua karakter dalam satu kehidupan bersama, ada yang bilang gitu..ada juga yang bilang pembuktian komitmen dan cinta antara dua anak manusia yang berlainan jenis, bisa juga..hahha..apapun lah, bagi saya pernikahan begitu istimewa, pada proses ini dua orang yang mungkin awalnya tidak saling kenal, tidak pernah hidup bersama, tidak tahu watak dan sifat masing-masing, tiba-tiba harus tinggal serumah, hidup bersama, berbagi semuanya berdua,ckckck..beraaaatt,,eheheh,,^^

 

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, nikah artinya ikatan (akad) perkawinan yg dilakukan sesuai dng ketentuan hukum dan ajaran agama: hidup sbg suami istri tanpa — merupakan pelanggaran thd agama  (http://kamus.sabda.org/).

Dalam agama saya nikah disebut sebagai menyempurnakan separuh agama.

“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).

Wah, berarti nikah itu penting banget ya, orang yang belum nikah berarti agamanya baru separuh, dan baru akan lengkap setelah ia menikah. Tapi tunggu dulu, pernikahan baru bisa membawa kesempurnaan dalam beragama jika dan hanya jika orang yang kita pilih menjadi pasangan itu memiliki kematangan spiritual yang cukup, alias soleh atau cukup pemahaman agama untuk membimbing dan membawa keluarganya ke jalan yang lurus dan benar,hehehe…

Tapi apa semudah itu?? Sebenarnya apa aja sih kriteria calon pasangan yang musti kita pertimbangkan??

Dalam beberapa sumber, sering disebutkan bahwa ada 4 kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih pasangan, baik laki-laki maupun perempuan, antara lain :

  1. Paras atau wajah
  2. Kekayaan atau kemampuan menafkahi
  3. Keturunan
  4. Agamanya atau kematangan spiritual

Dan dari keempat kriteria di atas, yang paling penting adalah agama atau kematangan spiritual, tentu saja ini ada hubungannya dengan menyempurnakan separuh agama tadi. Memang kriteria yang lain penting dan harus dipertimbangkan, akan tetapi lebih bijaksana jika kita yang seorang Muslim memntingkan agama dan kematangan spiritual dari calon pasangan kita, toh kriteria yang lain bersifat fana dan tidak kekal, dan bukan merupakan sesuatu yang pasti mengantarkan kita menuju surganya Allah SWT. Kan menikah itu bukan cuma untuk di dunia, tapi merupakan sarana meraih kehidupan akhirat yang bahagia,hehehe..aamiin..^^

Tapi yaa dalam kehidupan sehari-hari, gak semua orang lho berfikiran seperti ini, terutama para orang tua. Banyak orang tua yang kalo ada lelaki yang melamar putrinya, pasti yang paling dahulu ditanya kerja di mana, orang tuanya siapa, asalnya dari mana, dll yang merupakan urusan duniawi. Jarang tuhh orang tua yang nanya agamanya apa, atau rajin shalat di masjid gak, atau hafalan al Qur’an-nya sampai mana (wahh beraaaatt,,hehehe), yaah yang semacam itu lah, ya kaann ya kaaann,,^^

Saya sering looh ketemu kasus yang kaya gini, kawan-kawan yang gak jadi nikah gara-gara calonnya belum jadi PNS, belum punya rumah, belum punya penghasilan tetap. Atau kalo si cewek ini keturunan bangsawan, maka dia gak boleh nikah sama orang yang gak bangsawan juga, waaahh..bahkan ada juga yang sama-sama “bangsawan” tapi diragukan “kebangsawanannya”, akhirnya yaa gak jadi juga. Sayang banget yaa. Emang siih jodoh udah ada Allah yang ngatur, tapi kalo kata ibu saya, bisa kok diusahakan,hehe..

Dan yang lebih parah, kalo soal suku dan bahasa. Soalnya ada juga orang-orang yang gak jadi nikah gara-gara beda suku budaya dan bahasa. Misalnya ada orang yang berprinsip anaknya gak boleh nikah sama orang Aceh, karena katanya ntar suka poligami (katanya lhoo yaaa^^), ato jangan sama orang Lombok yang suka kawin cerai, sama cewe Jawa, banyak maunya..atau sama cewe Sumbawa biasanya boros, atau sama orang Bima yang agak “kasar” dan pemarah, huff…

Sebenarnya yaa..kalo mau dicari-cari semua orang pasti ada kesalahan, kekurangannya. Kenapa kita gak liat pribadinya aja, jangan men-generalisasikan semua orang berdasarkan suku-nya donk..toh kita sama-sama orang Indonesia kaaann,,apalagii kalo sama-sama Muslim,,wah,sayang banget kan.. atau mungkin emang harus ya orang Bima nikah sama orang Bima dan orang Lombok nikah sama sesamanya?????entahlah…

 

About Uyunk Aminy


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: