Author Archives: Uyunk Aminy

About Uyunk Aminy

hanya manusia biasa

Periapendikuler Infiltrat

Definisi

Apendisitis adalah kondisi di mana infeksi terjadi di umbai cacing, dalam kasus ringan dapat sembuh tanpa perawatan, tetapi banyak kasus memerlukan laparotomi dengan penyingkiran umbai cacing yang terinfeksi. Bila tidak terawat, angka kematian cukup tinggi, dikarenakan oleh peritonitis dan shock ketika umbai cacing yang terinfeksi hancur (1).

Sebenarnya tubuh juga melakukan usaha pertahanan untuk membatasi proses peradangan ini. Caranya adalah dengan menutup apendiks dengan omentum dan usus halus, sehingga terbentuk massa periapendikuler yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrat apendiks. Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami perforasi. Namun, jika tidak terbentuk abses, apendisitis akan sembuh dan massa periapendikuler akan menjadi tenang dan selanjutnya akan mengurai diri secara lambat (2).

Apendisitis infiltrate adalah proses radang apendiks yang penyebarannya dapat dibatasi oleh omentum dan usus-usus dan peritoneum disekitarnya sehingga membentuk massa (appendiceal mass) (3).

Anatomi

Apendiks merupakan suatu organ limfoid seperti tonsil, payer patch ( analog dengan Bursa Fabricus ) membentuk produk immunoglobulin, berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10cm ( kisaran 3-15cm ) dengan diameter 0,5-1cm dan berpangkal di sekum. Lumennya sempit di bagian proksimal dan melebar dibagian distal. Basis appendiks terletak di bagian postero medial caecum, di bawah katup ileocaecal. Ketiga taenia caecum bertemu pada basis apendiks (2).

Apendiks verviformis disangga oleh mesoapendiks ( mesenteriolum ) yang bergabung dengan mesenterium usus halus pada daerah ileum terminale. Mesenteriolum berisi a.Apendikularis ( cabang a.ileocolica). orificiumnya terletak 2,5cm dari katup ileocecal. Mesoapendiknya merupakan jaringan lemak yang mempunyai pembuluh appendiceal dan terkadang juga memiliki limfonodi kecil (2).

Struktur apendiks mirip dengan usus mempunyai 4 lapisan yaitu mukosa, submukosa, muskularis eksterna/propria ( otot longitudinal dan sirkuker ) dan serosa. Apendiks mungkin tidak terlihat karena adanya membran Jackson yang merupakan lapisan peritoneum yang menyebar dari bagian lateral abdomen ke ileum terminal, menutup caecum dan apendiks. Lapisan submukosa terdiri dari jaringan ikat kendor dan jaringan elastik membentuk jaringan saraf, pembuluh darah dan lymphe. Antara mukosa dan submukosa terdapat lymphonodes. Mukosa terdiri dari satu lapis columnar epithelium dan terdiri dari kantong yang disebut crypta lieberkuhn. Dinding luar ( outer longitudinal muscle ) dilapisi oleh pertemuan ketiga taenia colli pada pertemuan caecum dan apendiks taenia anterior digunakan sebagai pegangan untuk mencari apendiks (2).

Pada bayi, apendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit kearah ujungnya. Keadaan ini mungkin menjadi sebab rendahnya kasus insiden apendisitis pada usia tersebut. Pada 65% kasus, apendiks terletak intraperitoneal. Kedudukan itu memungkinkan apendiks bergerak dan ruang geraknya bergantung pada panjang mesoapendiks penggantungnya. Pada kasus selebihnya, apendiks terletak retroperitoneal, yaitu di belakang sekum, di belakang kolon asendens, atau ditepi lateral kolon asendens (2).

Persarafan parasimpatis berasal dari cabang n.vagus yang mengikuti a.mesenterika superior dan a.apendikularis, sedangkan persarafan simpatis berasal dari n.torkalis. Oleh karena itu, nyeri visceral pada apendisitis bermula disekitar umbilikus. Pendarahan apendiks berasal dari a.apendikularis yang merupakan arteri tanpa kolateral. Jika arteri ini tersumbat, misalnya karena trombosis pada infeksi, apendiks akan mengalami gangrene (2).

Fisiologi

Apendiks menghasilkan lendir 1-2ml per hari. Lendir di muara apendiks tampaknya berperan pada patogenesis apendisitis. Imunoglobulin sekretoar yang dihasilkan oleh GALT ( Gut associated Lymphoid tissue ) yang terdapat di sepanjang saluran cerna termasuk apendiks, ialah IgA. Imunoglobulin ini sangat efektif sebagai pelindung terhadap infeksi. Namun demikian, pengangkatan apendiks tidak mempengaruhi sistem imun tubuh karena jumlah jaringan limfe disini kecil sekali jika dibandingkan dengan jumlahnya di saluran cerna dan seluruh tubuh (2).

Jaringan lymphoid pertama kali muncul pada apendiks sekitar 2 minggu setelah lahir. Jumlahnya meningkat selama masa pubertas, dan menetap saat dewasa dan kemudian berkurang mengikuti umur. Setelah usia 60 tahun, tidak ada jaringan lymphoid lagi di apendiks dan terjadi penghancuran lumen apendiks komplit (2).

Etiologi

Apendisitis akut merupakan infeksi bakteria. Berbagai hal berperan sebagai faktor pencetusnya. Sumbatan lumen apendiks merupakan faktor yang diajukan sebagai faktor pencetus disamping hiperplasia jaringan limf, fekalit, tumor apendiks, dan cacing askaris terdapat pula menyebabkan sumbatan. Penyebab lain yang diduga dapat menimbulkan apendisitis ialah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E.histolyca(2).

 

Patologi

Patologi apendisitis berawal di jaringan mukosa dan kemudian menyebar ke seluruh lapisan dinding apendiks. Jaringan mukosa pada apendiks menghasilkan mukus (lendir) setiap harinya. Terjadinya obstruksi menyebabkan pengaliran mukus dari lumen apendiks ke sekum menjadi terhambat. Makin lama mukus makin bertambah  banyak dan kemudian terbentuklah bendungan mukus di dalam lumen. Namun, karena keterbatasan elastisitas dinding apendiks, sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intralumen. Tekanan yang meningkat tersebut akan  menyebabkan terhambatnya aliran limfe, sehingga mengakibatkan timbulnya edema, diapedesis bakteri, dan ulserasi mukosa. Pada saat inilah terjadi apendisitis akut fokal yang ditandai oleh nyeri di daerah epigastrium di sekitar umbilikus (4).

Jika sekresi mukus terus berlanjut, tekanan intralumen akan terus meningkat. Hal ini akan menyebabkan terjadinya obstruksi vena, edema bertambah, dan bakteri akan menembus dinding apendiks. Peradangan yang timbul pun semakin meluas dan mengenai peritoneum setempat, sehingga menimbulkan nyeri di daerah perut kanan bawah. Keadaan ini disebut dengan apendisitis supuratif akut (4).

Bila kemudian aliran arteri terganggu, maka akan terjadi infark dinding apendiks yang disusul dengan terjadinya gangren. Keadaan ini disebut dengan apendisitis ganggrenosa. Jika dinding apendiks yang telah mengalami ganggren ini pecah, itu berarti apendisitis berada dalam keadaan perforasi (4).

Sebenarnya tubuh juga melakukan usaha pertahanan untuk membatasi proses peradangan ini. Caranya adalah dengan menutup apendiks dengan omentum, dan usus halus, sehingga terbentuk massa periapendikuler yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrat apendiks. Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami perforasi. Namun, jika tidak terbentuk abses, apendisitis akan sembuh dan massa periapendikuler akan menjadi tenang dan selanjutnya akan mengurai diri secara lambat (4).

Pada anak-anak, dengan omentum yang lebih pendek, apendiks yang lebih panjang, dan dinding apendiks yang lebih tipis, serta daya tahan tubuh yang masih kurang, memudahkan terjadinya perforasi. Sedangkan pada orang tua, perforasi mudah terjadi karena adanya gangguan pembuluh darah (4).

 

Apendiks yang pernah meradang tidak akan sembuh sempurna, tetapi akan membentuk jaringan parut yang menyebabkan perlengketan dengan jaringan sekitarnya. Perlengketan ini dapat menimbulkan keluhan berulang di perut kanan bawah. Pada suatu ketika organ ini dapat meradang akut lagi dan dinyatakan sebagai mengalami eksaserbasi akut (4).

Manifestasi Klinis

Gejala awal yang khas, yang merupakan gejala klasik apendisitis adalah nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual, bahkan terkadang muntah, dan pada umumnya nafsu makan menurun. Kemudian dalam beberapa jam, nyeri akan beralih ke kuadran kanan bawah, ke titik Mc Burney. Di titik ini nyeri terasa lebih tajam dan jelas  letaknya, sehingga merupakan nyeri somatik setempat. Namun terkadang, tidak dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium, tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar. Tindakan ini dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. Terkadang apendisitis juga disertai dengan demam derajat rendah sekitar 37,5 -38,5 derajat celcius.Riwayat klasik apendisitis akut, yang diikuti dengan adanya massa yang nyeri di regio iliaka kanan dan disertai demam, mengarahkan diagnosis ke massa atau abses periapendikuler.

Selain gejala klasik, ada beberapa gejala lain yang dapat timbul sebagai akibat dari apendisitis. Timbulnya gejala ini bergantung pada letak apendiks ketika meradang. Berikut gejala yang timbul tersebut.

1. Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal, yaitu di belakang sekum (terlindung oleh sekum), tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda  rangsangan peritoneal. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan, bernapas dalam, batuk, dan mengedan. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.

2. Bila apendiks terletak di rongga pelvis

  • Bila apendiks terletak di dekat  atau menempel pada rektum, akan timbul gejala dan rangsangan sigmoid atau rektum, sehingga peristalsis meningkat, pengosongan rektum akan menjadi lebih cepat dan berulang-ulang (diare).
  • Bila apendiks  terletak di dekat atau menempel pada kandung kemih, dapat terjadi peningkatan frekuensi kemih, karena rangsangannya dindingnya.

Gejala apendisitis terkadang tidak jelas dan tidak khas, sehingga sulit dilakukan diagnosis, dan akibatnya apendisitis tidak ditangani tepat pada waktunya, sehingga biasanya baru diketahui setelah terjadi perforasi. Berikut beberapa keadaan dimana gejala apendisitis tidak jelas dan tidak khas (2,4).

Tanda dari apendisitis ditentukan oleh posisi dari apendiks dan apakah apendiks mengalami ruptur. Tanda – tanda vital memperlihatkan takikardi ringan atau kenaikan temperatur 10C. Posisi yang nyaman bagi pasien adalah posisi seperti fetus atau terlentang dengan tungkai ditarik, terutama tungkai kanan. Gerakan posisional menyebabkan nyeri. Apendiks anterior memberikan nyeri tekan maksimum, kekakuan otot ( defense muskular ), dan nyeri lepas pada titik McBurney ( sepertiga jarak dari spina iliaka anterior superior ke umbilikus ). Hiperestesa kutaneus mungkin dapat ditemukan dini dalam daerah yang dipasok oleh saraf spinalis kanan T10, T11, T12. Tanda Rovsing ( nyeri kuadran kanan bawah dengan palpasi dalam kuadran kiri bawah ) menandakan iritasi peritoneum. Tanda psoas ( dengan perlahan paha kanan pasien diekstensikan pada saat berbaring pada sisi kiri ) memperlihatkan inflamasi di dekatnya pada saat meregangkan otot iliopsoas. Tanda obturator ( rotasi interna pasif dari paha kanan yang difleksikan dengan pasien dalam posisi terlentang ) menandakan iritasi di dekat obturator internus. Apendisitis rektosekal dapat timbul dengan nyeri hebat. Apendisitis pelvikum dapat memberikan nyeri pada pemeriksaan rektum, dengan penakanan pada kantong Douglas (1).

Diagnosis (1)

Anamnesa

Gejala apendisitis ditegakkan dengan anamnese, ada 4 hal yang penting adalah :

a. Nyeri mula – mula di epigastrium ( nyeri viseral ) yang beberapa waktu kemudian menajalar ke perut kanan bawah

b. Muntah oleh karena nyeri viseral

c. Panas ( karena kuman yang menetap di dinding usus )

d. Gejala lain adalah badan lemah dan kurang nafsu makan, penderita nampak sakit, menghindarkan pergerakan, di perut terasa nyeri

 

 

2. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi pada foto tidak dapat menolong untuk menegakkan diagnosa apendisitis akut, kecuali bila terjadi peritonitis, tapi kadang kala dapat ditemukan gambaran sebagai berikut :

a. Adanya sedikit fluid level disebabkan karena adanya udara dan cairan.

b. Kadang ada fecolit ( sumbatan ), pada keadaan perforasi ditemukan adanya udara bebas dalam diafragma.

3. Pemeriksaan Laboratorium

  1. Pemeriksaan darah : leukosit ringan umumnya pada apendisitis sederhana lebih dari 13.000/mm3 umumnya pada apendisitis perforasi. Tidak adanya leukositosis tidak menyingkirkan apendistis
  2. b.      Pemeriksaan urin : sediment dapat normal atau terdapat leukosit dan eritrosit lebih dari normal bila apendiks yang meradang menempel pada ureter atau vesika. Pemeriksaan leukosit meningkat sebagai respon fisiologis untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme yang menyerang. Urine rutin penting untuk melihat apa ada infeksi pada ginjal.

Penatalaksanaan (3)

Pada periapendikular infiltrat, dilarang keras membuka perut, tindakan bedah apabila dilakukan akan lebih sulit dan perdarahan lebih banyak, lebih-lebih bila massa apendiks telah terbentuk lebih dari satu minggu sejak serangan sakit perut. Pembedahan dilakukan segera bila dalam perawatan terjadi abses dengan atau pun tanpa peritonitis umum.

Terapi sementara untuk 8-12 minggu adalah konservatif saja. Pada anak kecil, wanita hamil, dan penderita usia lanjut, jika secara konservatif tidak membaik atau berkembang menjadi abses, dianjurkan operasi secepatnya.
Bila pada waktu membuka perut terdapat periapendikular infiltrat maka luka operasi ditutup lagi, apendiks dibiarkan saja. Terapi konservatif pada periapendikular infiltrat :

–          Total bed rest dengan posisi fawler agar pus terkumpul di cavum douglassi

–          Diet lunak bubur saring

–          Antibiotika parenteral dalam dosis tinggi, antibiotic kombinasi yang aktif terhadap kuman aerob dan anaerob. Setelah keadaan tenang, yaitu sekitar 6-8 minggu kemudian, dilakukan apendiktomi. Kalau sudah terjadi abses, dianjurkan drainase saja dan apendiktomi dikerjakan setelah 6-8 minggu kemudian. Jika ternyata tidak ada keluhan atau gejala apapun, dan pemeriksaan jasmani dan laboratorium tidak menunjukkan tanda radang atau abses, dapat dipertimbangkan membatalakan tindakan bedah.

–          Analgesik diberikan hanya kalau perlu saja. Observasi suhu dan nadi. Biasanya 48 jam gejala akan mereda. Bila gejala menghebat, tandanya terjadi perforasi maka harus dipertimbangkan appendiktomy. Batas dari massa hendaknya diberi tanda (demografi) setiap hari. Biasanya pada hari ke5-7 massa mulai mengecil dan terlokalisir. Bila massa tidak juga mengecil, tandanya telah terbentuk abses dan massa harus segera dibuka dan didrainase.


Hernia Inguinalis

Definisi

Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. Hernia terdiri atas cincin, kantong dan isi hernia.(1)  

 

Klasifikasi

Berdasarkan terjadinya, dibagi atas hernia kongenital/bawaan dan hernia yang didapat. Hernia diberi nama menurut letaknya, misalnya diafragma, inguinal, umbilical, femoral, dan sebagainya.

Menurut sifatnya, hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk. Isi hernia keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. Bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga disebut hernia irreponibel.  Hal ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantung pada perineum kantong hernia. Bila tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut disebut hernia akreta.

Bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, disebut hernia inkarserata atau hernia strangulata. Disebut hernia inkarserata bila isi kantung terperangkap, tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai akibat yang berupa gangguan pasase atau vaskularisasi.
Secara klinis hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia irreponibel dengan gangguan pasase, sedangkan gangguan vaskularisasi disebut hernia strangulata. Sebenarnya gangguan vaskularisasi sudah terjadi saat jepitan dimulai, dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari bendungan sampai nekrosis. Hernia inkarserata adalah hernia yang menonjol dan tidak dapat direposisi. Hernia strangulata merupakan kondisi emergensi dan memerlukan penanganan medis yang cepat. Gejala dari hernia strangulata yaitu kemerahan di daerah penonjolan, nyeri yang mendadak dan memberat dalam waktu singkat, demam, dan takikardi. Mual, muntah serta infeksi berat dapat terjadi. Jika tidak dilakukan pembedahan dengan tepat maka bisa terjadi nekrosis usus, sehingga bagian usus harus dibuang.  (2,3)

Anatomi

Kanalis inguinalis dibatasi di kraniolateral oleh annulus inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari fasia transversalin dan aponeurosis m.transversus abdominis. Di medial bawah, di atas tuberculum pubicum, kamar ini dibatasi oleh annulus inguinalis externus, bagian terbuka dari aponeurosis m.obliqus ekstrenus. Ataspnya ialah aponeurosis m.obliqus eksternus, dan di dasarnya terdapat ligamentum inguinale. Kanal berisi tali sperma pasa lelaki dan ligamnetum rotundum pada perempuan.

Hernia inguinalis indirek disebut juga hernia inguinalis lateralis, karena keluar dari rongga peritoneum melalui annulus inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrica inferior, kemudian hernia masuk ke dalam kanalis inguinalis dan jika cukup panjang, menonjol keluar dari annulus inguinalis eksternus. Apabila hernia ini berlanjut tonjolan akan sampai ke skrotum. Ini disebut hernia skrotalis. Kantong hernia berada di dalam m.kremaster, terletak anteromedial terhadap vas deferens dan struktur lain dalam tali sperma.

Hernia inguinalis direk disebut juga hernia inguinalis medialis, menonjol langsung ke depan melalui segitiga Hasselbach, daerah yang dibatasi oleh lig.inguinale di bagian inferior, pembuluh epigastrica inferior di bagian lateral, dan teri atas rektus di bagian medial. Dasar segitiga Hasselbach dibentuk oleh fasia transcersal yang diperkuat oleh serat aponeurosis m.transversus abdominis yang kadang-kadang tidak sempurna sehingga daerah ini potensial untuk menjadi lemah. Hernia medialis, karena tidak keluar melalui kanalis inguinalis dan tidak ke skrotum, umumnya tidak disertai dtrangulasi karena cincin hernia longgar. (1)

 

Etiologi

Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau sebab yang didapat. Hernia dapat dijumpai pada setiap usia. Lebih banyak pada lelaki daripada perempuan. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantor dan isi hernia. Selain itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar itu.

Pada orang sehat terdapat tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis, yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring, adanya struktur m.obliqus internus abdominis yang menutup anulus inguinalis internus ketika berkontraksi, dan adanya fasia transversa yang kuat yang menutupi trigonum Hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. Gangguan pada mekanisme ini dapat menyebabkan terjadinta hernia.

Faktor yang dipandang berperan adalah adanya prosesus vaginalis yang terbuka, peninggian tekanan intraabdomen, dan kelemahan otot dinding perut karena usia. Namun umumnya disimpulkan bahwa adanya prosesus vaginalis yang paten bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya hernia, tetapi diperlukan faktor lain seperti anulus inguinalis yang cukup besar.

Tekanan intraabdomen yang meninggi secara kronik seperti batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, dan asites sering disertai hernia inguinalis. Insiden hernia juga meningkat seiring usia karena meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan intraabdomen dan berkurangnya kekuatan jaringan penunjang.(1)

 

Manifestasi Klinis

Gejala dan tanda klinis hernia banyak ditentukan oleh isi hernia. Pada hernia reponible keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan. Dan menghilang setelah berbaring. Keluhan nyeri jarang dijumpai, kalau ada biasanya di daerah epigastrium atau paraumbilical berupa nyeri viseral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantong hernia. Nyeri yang disertai mual atau muntah baru timbul kalau terjadi inkarserasi karean ileus atau strangulasi karena nekrosis atau gangren. Tanda klinis pada pemeriksaan fisik bergantung pada isis hernia. Pada inspeksi saat pasien mengedan dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. Kantong hernia yang kosong dapat diraba pada funiculus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang meberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera. Tanda ini disebut tanda sarung tangan sutera. Tetapi umumnya tanda ini sukar ditentukan. Kalau kantong hernia berisi organ, tergantung isinya, pada palpasi mungkin teraba usus, omentum (seperti karet) atau ovarium. Dengan jari telunjuk atau kelingking pada anak dapat dicoba mendorong isi hernia dengan menekan kulit skrotum melalui anulus eksternus sehingga dapat ditentukan apakah isi hernia dapat direposisi atau tidak. (1,3)

Diagnosis ditegakkan atas dasar benjolan yang dapat direposisi atau jika tidak dapat direposisi atas dasar tidak adanya pembatas jelas di sebelah kranial dan adanya hubungan ke kranial melalui anulus eksternus. (1)

Penatalaksanaan

Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Reposis tidak dilakukan pada hernia inguinalis strangulata, kecuali pada anak-anak. Reposisi dilakukan secara bimanual. Tangan kiri memegang isi hernia membentuk corong sedangkan tangan kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan sedikit tekanan perlahan yang tetap sampai terjadi reposisi.

Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan rasional hernia inguinalis yang rasional. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan.

Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong. Pada hernioplasty dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Hernioplasty lebih penting dalam pencegahan terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomi. Dikenal berbagai metode hernioplasty, seperti memperkecil anulus inguinalis internus dengan jahitan terputus, menutup dan memperkuat fasia transversa, dan menjahitkan pertemuan m.transversus internus abdominus dan m.obliqus internus abdominis yang dikenal dengan nama conjoint tendon ke ligamentum inguinale Paupart menurut metose Bassini atau menjahitkan fasia transversa m.transversus abdominis, m.obliqus internus abdominis ke ligamentun copper pada metode Mc Vay.

Metode Bassini merupakan metode teknik herniorafi  yang pertama dipublikasikan pada tahun 1887. Setelah diseksi kanalis inguinalis, dilakukan rekonstruksi dasar lipat paha dengan cara mengaproksimasi muskulus oblikus internus, muskulus transversus abdominis dan fasia transversalis dengan traktus iliopubik dan ligamentum inguinale. Teknik ini diterapkan baik pada hernia direk maupun indirek.

Kelemahan teknik Bassini dan teknik lain yang berupa variasinya adalah terdapat regangan berlebihan dari otot-otot yang dijahit. Untuk mengatasi masalah ini pada tahun delapan puluhan dipopulerkan pendekatan operasi bebas regangan. Pada teknik itu digunakan prostesis  mesh yang memperkuat fasia transversalis yang membentuk dasar kanalis inguinalis tanpa menjahitkan otot-otot ke inguinal. (1)

 


buat utiiii,,^___^


Ketika si Gagah Pergi

Judulnya mirip judul novelnya mbak Helvy Tiana Rosa (Ketika Mas Gagah Pergi) yaaa..heheh..emang terinspirasinya dari sonoo..^___^v

Gagah ituu nama kucing saya, walaupun di rumah Cuma sehari, tapi saya udah sayaaaang bgt. Si Gagah ini dikasi sama tante Lia, sepupunya bapak saya. Tante Lia adalah seorang dokter hewan, jadi di rumahnya ada banyak kucing. Nah kemarin, hari Ahad, 20/11/2011 (tanggalnya cantik yaaa,,hahah..) saya ikut sama ortu jalan-jalan ke rumah tante Lia. Eh, di sana ada si Gagah, dia jinak bgt, manja juga, maklum usianya juga masi kecil,,hehe.. trus tante Lia bilang bawa aja, ini jantan kok, jadi ntar gak beranak, paling kalo udah gedean dikit ntar dia ilang, nyari cewek,,hahahah…

Singkat cerita, si Gagah saya bawa pulang deh. Awalnya dia agak-agak ribut gitu waktu dibawa, tapi lama-lama diem juga, anteng bobok di pangkuan ibu saya. Nyampe rumah si Gagah langsung lari-lari keliling rumah, adaptasi kaliii.. tapi dia belum boleh keluar, belum tau rumahnya soalnya, ntar nyasar kata ibu saya.

Oh iyaa,,asal nama si Gagah..jadi sebenarnya si Gagah ini udah punya nama. Namanya adalah Raka. Tapiiii namanya diganti deh sama ibu saya jadi Gagah ini, karena tetangga depan rumah namanya Raka, ntar marah lagi kalo namanya disamain sama nama kucing, gitu katanya,,hahahha…jadilah dia si Gagah..

Eh si Gagah ini pinter banget tauukk. Jadi kalo mau e’ek dia langsung lari keluar, trus e’ek nya di tanah. Awalnya saya pikir dia mau kabur. Eh abis e’ek dia masuk lagi tuh dengan tenangnya,ckckk.. tapi kalo pipis dia agak punya kesalahpahaman, jadi dia kalo pipis suka gak liat tempat. Sehari ini aja dia udah pipis di rok, seprai, dan tempat tidur saya. Astagaaa..dan letak kesalahpahamannya adalah abis pipis dia baru masuk kamar mandi, mau cebok kali yaa,,hahahah…kenapa gak pas mau pipis aja masuk Wcnya siih Gagah,,,ckckck,,,

Dia juga manjaaaaaaaa banget. Jadi gak bisa liat orang duduk, atau tiduran. Dia langsung aja ngerebahin diri di pangkuan kita kalo lagi duduk, atau di dempet-dempet di perut kalo kita sedang tiduran. Atin, adik perempuan saya, sampai teriak-teriak kegeliat waktu dia lagi tidur ehh si Gagah nyelonong aja masuk ke bajunya. Trus waktu ibu saya sedang shalat, si Gagah masuk deh di kainnya. Yang lebih lucu waktu Atin dan bapak saya sedang mandi, dia ngintipin,,hahahah..

Tapi sekarang si Gagah udah dibawa balik ke rumah tante Lia. Hikzz.. tadi saya nangis, sedih banget mau pisah sama dia. Dia dikembaliin karena dia sering ribut-ribut cari sodaranya yang ada di rumah tante Lia. Kayanya dia kesepian. Kalo malem dia susah tidurnya karena nyariin sodaranya itu, jadinya ribut bgt. Tapi alasan utama sih karena keamanan dan keselamatan Gagah terancam. Jadi di rumah saya sering didatangi kucing jantan item gede jelek yang suka nyuri makanan. Nak kemarin pas Gagah lagi nongkrong di dapur, si kucing jelek itu datang. Trus dia ngeliatin si Gagah gituu. Trus dia ngintip-ngintipin lagi. Kata ibu saya emang gitu kalo kucing jantan. Dia ngerasa ada saingan kalo ada kucing jantan yang lain, jadinya dia mau ngajakin berantem. Gagah kan masi keciiiil, pasti dia kalah, bisa-bisa dia mati. Sama kaya si Kiky kucing saya yang dulu, dia mati karena berantem sama kucing-kucing berandalan. Makanya saya khawatir sama Gagah. Biar aman, dia dibawa balik deh ke rumah lamanya. Hiikkzz,,hikzz,,sedih bgt pisah sama dia T___T

 

 


i’m 23 years oLd,,:D

Bismillahirrahmanirrahim,,,

Hari ini, tanggal 10 November, jam 10.00 WITA, 23 tahun yang lalu saya dilahirkan. Tepatnya di RSUD Mataram (sekarang RSUP NTB, tempat saya koass,,:D) ditolong oleh mahasiswa tingkat akhir jurusan Kebidanan (ini kata ibu saya,,heheh), dengan berat lahir 2500 gram (ternyata saya kecil bgt) dan panjang badan,,,lupa!!!^^v

Alhamdulillah saya lahir spontan, dengan AS 9-10, alias langsung menjerit-jerit mengabarkan kedatangan saya,,,hahahha,,kalo yang ini kata bapak sayaa,,^_____^

Gak terasa yaa udah 23 tahun saya hidup di dunia,,lumayaaaan,,bentar lagi seperempat abad,hihi..

Hmm..udah usia segini, mustinya sudah sampai tingkat kedewasaan macam apa yaa??saya kadang-kadang masih bingung bagaimana cara bersikap di usia yang udah kepala dua. Begini, saya terus terang adalah tipe orang yang sukanya main-main aja, kalo orang lain mungkin malah liatnya sebagai orang yang gak bisa serius, tiap ngomong musti ketawa haha-hihi, manja, kekanak-kanakan, cengeng, gak bisa diberi tanggung jawab, ngambekan, aduuuhh kok jadi jelek semua yaa,,*,*

Jadi saya bingung sodara-sodara, kaya gmana siih sikap orang yang sudah dewasa ituu??apa iyaa musti serius, gak boleh ketawa ngakak, keliatan jidatnya berkerut mikirin masa depan??hahaha,,,saya gak mau ah kaya gituu,,mengerikan bgt!!

Kadang-kadang saya juga mikir siih, apalagi kalo orangtua saya udah mulai bilang saya udah umur segitu,,udah sarjana,,udah blaa blaa, mustinya begini,,begituu,,blaa blaa..biasanya sih abis dibilangin gituu saya jadi lebih dewasa, tapi ya sebentar aja,,abis itu balik lagi deh, isengnya keluar, ngerjain adek saya satu-satunya yang ada dirumah (yang satunya lg gak ada dirumah soalnya,,hihi..), bikin dia nangis sampe ibu saya ribut lagi deh, udah umur segituu masiiii aja gangguin adeknya,,ckckck… ya mau gimana lagi,,udah bawaan orok kali yaa saya jadi orang jahil gini, abis seru kalo liat adek saya teriak-teriak trus nangis gara-gara sekedar saya kagetin pas dia keluar kamar atau nakut-nakutin pas dia lagi mandi,,hahahha,,,

Yaah..bagaimanapun isengnya, saya tetap kok mikirin masa depan saya, insyaAllah saya akan jadi orang yang berguna, membahagiakan orangtua saya, dunia akhirat, janjiii,,,gini-gini kan saya juga pengen masuk surga, pengen bikin istana buat orangtua di surga, pengen ketemu adik-adik saya di surga, pengen liat kehidupan saya dari lahir sampe meninggal (ini cita-cita saya kalo masuk surga, hal pertama yang saya minta sama Allah kalo udah di surga,,aamiin^^). Saya juga pengen jadi istri solehah, ibu yang pinter ngerawat anak-anaknya (cita-cita saya punya 4 anak, 2 cewe 2 cowo,hehhe..), pengen jadi dokter spesialis mata atau obsgyn (saya masih bingung siih), pengen keliling Indonesia, pengen naik haji bareng suami (hahahaha,,,), eeehh malah jadi nglantur,,ckck,,,yaah gtu deh pokoknya, masih banyak impian saya yang harus dicapai, tentu aja dengan usaha yang serius dan doa yang gak putus-putus, jadi kadang-kadang saya bisa kok mikir sebagai wanita dewasa muda,,:D

Eh padahal kan tadinya saya mau cerita ttg ulang tahun yang ke-23 ini yaa,,tapi kok malah jadi kemana-mana. Yah intinya di usia saya yang sekarang, insyaAllah saya mulai belajar serius menjalani hidup saya, kemarin-kemarin udah serius sih, tapi sekarang musti lebih serius lagi. Dan satu yang saya pelajari belakangan ini, bahwa rencana Allah memang selalu yang terbaik buat hambaNya. Sebelumnya saya sudah belajar tentang hal ini, tapi entah kenapa saya selalu mendapatkan apa yang saya rencanakan dan inginkan. Tapi belakangan ini saya merasa diuji dengan kegagalan, beberapa kali saya kecewa karena takdir Allah berbeda dengan keinginan saya. Akhirnya saya bisa belajar yang sesungguhnya, bahwa Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk saya. Alhamdulillah,,gak terlalu terlambat kok bagi saya untuk belajar lagi, tentang keikhlasan, kesabaran, dan tentang menerima apa yang ditakdirkan oleh Allah.

Horee,,,sekarang usia saya udah 23 tahun, semakin dekat dengan cita-cita saya buat jadi dokter, semakin dekat dengan rencana-rencana saya yang lain,,ehmm,,ehmm..semoga Allah memberkahi tiap langkah ini, meridhoi tiap rencana, dan memudahkan jalannya,,aamiin,,^__^

NB : makasii yaah buat yang udah kasi kejutan td malam,,walaupun cuman bisa liat dr jauh,,yunk seneeeenng bgt,,^___^


Alhamdulillah,,,^___^

alhamdulillah,,,alhamdulillah,,,alhamdulillaah,,

rasanyaa gak akan habis lidah saya mengucap syukur,,betapa Allah memberi kejutan yang sangat indaaaahh,,

setelah berbulan-bulan galau akan nasib perkoassan saya,,hehehe lebay,,,akhirnya saya dapat berita gembira,,lulus di stase interna,,alhamdulillah,,,

sebelumnya saya benar2 khawatir gak lulus, karena kalo gak lulus berarti saya harus ngulang setengah stase alias 6 minggu,,lumayan lama,,berarti saya terancam wisuda lewat waktuu,,huffh

tapi Allah baik bgt,,,pagi ini saya dapat berita dr teman bahwa sy lulus,,spontan aja teriak2 sendiri sambil loncat-loncatan,,hehehe,,,kebetulan lg drumah sendirian,,jd gak ada yang protes,, 😀

skarang sy jadi semangat masuk stase berikutnya yang insyaAllah lebih berat dari stase2  sebelumnya,,hehehe..semoga Allah selalu memudahkan perjuangan ini,,aamiinn,,^^


Tetap cantik,,tetap syar’i,,^__^

SYARAT-SYARAT JILBAB SYAR’I:

 

1. Menutupi seluruh badan.

 

2. Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

“Katakanlah (ya Muhammad) kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka, dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka (dada-dada mereka)…” (An-Nuur: 31)

 

3. Tebal tidak tipis.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…”

 

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“… laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 125)

 

Kata Ibnu Abdil Baar rahimahullah: “Yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang.”

 

4. Lebar tidak sempit.

 

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku menjawab: “Aku berikan kepada istriku.” Beliau berkata: “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya.” (Diriwayatkan oleh Adl-Dliya Al-Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan, kata Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Jilbab, hal. 131).

 

5. Tidak diberi wangi-wangian.

 

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137).

 

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

 

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141).

 

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.

 

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka.

 

8. Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran, yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal/mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya.

 

Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yang dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan ke arahnya jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Albani dalam Jilbab, hal. 213).

sumber : http://www.facebook.com/notes/abu-fahd-negaratauhid/hati-hati-dengan-jilbab-ini-full-pics-khusus-wanita/10150316247566712