Category Archives: Taman Surga,,

KatanyaMalamTahunBaruJuga,, ^,^v

Lanjutan cerita malam tahun baru nih,,

Jam 23.30 WITA tanggal 31 Desember 2011, detik-detik mau masuk tahun 2012 niih,,abis makan-makan d ruang Seruni bareng mbak-mbak perawat, saya sama Ita, temen saya, siap-siap berangkat ke IGD, karena emang jadwal kami jaga IGD sekarang. Huaaa,,deg-degan,,horor bgt rasanya mau jaga IGD jam seginian malem tahun baru lagi. Gak bisa bayangin kaya apa rame pasiennya yaa..korban tahun baru gtuu.

Teng tererereng..tepat jam 12 malem, mulai dah tuh kedengeran suara terompet, petasan , suara rame-rame mobil n motor konvoi di depan IDG,,wiiih ribuuut..

Beberapa menit kemudian, dateng dah korban tahun baru yang pertama,,hahahha..hampir aja tuh si bapak-bapak dikasi hadiah piring cantik  karena udah jadi pasien IGD pertama di tahun 2012 n korban tahun baru pertama sekaligus,,huahahaha.. jadi si bapak itu katanya sih kena pipa yang meledak n hancur waktu nyalain petasan, trus pahanya bolong gtu lumayan segede ujung kelingking,,ckckckk,,turut prihatin atas nasib tragis bapak itu,,^^v

Trus mulai deh korban-korban berikutnya berdatangan,,ramee euy..seruuu,,hehehhe..

Tapi jujur aja yang paling memprihatinkan, saya gak nyangka aja di Lombok yang terkenal sebagai pulau seribu masjid ini, masih banyak bgt orang-orang yang ngabisin waktu malam tahun barunya dengan mabuk-mabukan minum minuman keras, astaghfirullah..:(

Padahal udah jelas-jelas tuh ada di Al Qur’an

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ

“Sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah najis termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (QS. Al-Maidah: 90)

Selain itu juga ada hadistnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الْآخِرَةِ
“Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram. Barangsiapa yang meminum khamar di dunia -kemudian dia mati- sedangkan dia biasa meminumnya dan tidak bertaubat darinya, niscaya dia tidak akan meminumnya di akhirat (dalam surga).” (HR. Muslim no. 2003)

Trus kok orang-orang ituu teteeeep aja ngeyel minum minuman haram kaya gtu, dan udah terbukti kan setelah minum minuman alkohol gtu kesadaran peminumnya akan terganggu, jadi lebih gampang melakukan tindak kriminal dan melanggar hukum gtuu deeh. Yah kaya pasien-pasien yang saya terima di IGD tadi malam ituu,,ada yang kecelakaan, tabrakan sama temennya sendiri sesama pemabuk, ada yang dikeroyok, ada yang berantem sama pemabuk-pemabuk lainnya. Aaah,,ada-ada aja deh,,dan sebagian besar dari mereka datang dengan cedera otak berat dan alcoholic stage. Plus ya luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya, yang luka robek, memar, lecet, sampai patah tulang tangan dan kaki juga adaa,,astagaa..rugi bangeeett..ckckck…

Dan banyak juga yang gak diketahui identitasnya, jadi diketemuin di jalan lah, apa lah,,dan akhirnya pihak kepolisian jd ikut repot,,hehehhe,,,pokoknya hebuuoohh..:D

Advertisements

Tetap cantik,,tetap syar’i,,^__^

SYARAT-SYARAT JILBAB SYAR’I:

 

1. Menutupi seluruh badan.

 

2. Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya.

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

“Katakanlah (ya Muhammad) kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka, dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka (dada-dada mereka)…” (An-Nuur: 31)

 

3. Tebal tidak tipis.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…”

 

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“… laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 125)

 

Kata Ibnu Abdil Baar rahimahullah: “Yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang.”

 

4. Lebar tidak sempit.

 

Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu?” Aku menjawab: “Aku berikan kepada istriku.” Beliau berkata: “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya.” (Diriwayatkan oleh Adl-Dliya Al-Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan, kata Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Jilbab, hal. 131).

 

5. Tidak diberi wangi-wangian.

 

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137).

 

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

 

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141).

 

7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.

 

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka.

 

8. Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran, yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal/mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya.

 

Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yang dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan ke arahnya jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Albani dalam Jilbab, hal. 213).

sumber : http://www.facebook.com/notes/abu-fahd-negaratauhid/hati-hati-dengan-jilbab-ini-full-pics-khusus-wanita/10150316247566712

 


Catatan Kaki dari Kepala

 

  • Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang
  • Bagaimana kita mau menegakkan Islam kalau kita tidak paham Al Qur’an
  • Apa yang kita dapat esok adalah buah amal kita di hari ini
  • Jika kita menolong agama Allah, maka pertolongan Allah akan datang untuk kita
  • Tawakkal adalah meminta pertolongan hanya kepada Allah dengan menguatkan tauhid
  • Allah itu sesuai persangkaan hambanya
  • Buah dari manisnya iman, mencintai karena Allah dan membenci pun karena Allah
  • Jangan takut pada sesuatu yang belum terjadi
  • Betapa banyak harta yang ada di tangan kita, tapi betapa sedikitnya kita bersyukur

 

Telaha lama disiram, namun baru kali ini ia basah, semoga terjaga bersemi dan makin bertumbuh subur hingga akhir…


Sabar,,,

Sabar menurut bahasa artinya menahan atau bertahan. Yaitu menahan diri dari gelisah, cemas, amarah, juga menahan lidah dari keluh kesah, menahan diri dari kekacauan. Menurut banyak ulama sabar itu wajib, karena sabar merupakan setengah dari iman, separuh yang lain adalah syukur.

Sabar ada 3 macam dilihat dari objeknya :

Sabar dalam ketaatan kepada Allah dan Rasulullah

Taat kepada Allah dan rsulullah adalah kewajiban. Ini merupakan kesulitan untuk itu diperlukan kesabaran sebelum melakukan ketaatan agar mampu mendorong jiwa untuk memulainya dan membetulkan arah dan tujuan dalam beramal. Kesabaran  dibutuhkan sebelum melakukan ketaatan untuk menyempurnakan tujusan dalam beramal.

Sabar dari perbuatan maksiat terhadap Allah dan Rasulullah

Ini merupakan kesabaran yang paling berat karena manusia memiliki nafsu yang senantiasa memerintahkan untuk berbuat buruk dan maksiat.

Sabar ketika menghadapi bencana dan ujian, dengan cara :

  • Menahan hati dari sikap membenci takdir dan ridho dengan qada’
  • Menahan lidah dari mengeluh
  • Menahan anggota badan dari memukul-mukul, berteriak-teriak, merobek-robek ketika ditimpa musibah

Menurut Ibnu Taimiyah, sabar dalam melaksanakan ketaatan lebih baik daripada sabar menjauhi hal-hal yang haram, karena melakukan ketaatan lebih disukai Allah daripada kemashlahatan meninggalkan kedurhakaan.

Penyebab sabar bisa karena pertolongan Allah dan Allah yang memberikan kesabaran, bisa juga karena cinta kepada Allah, artinya sabar dilakukan bukan untuk memperlihatkan kekuatan jiwa dan ketabahan pada manusia. Wallahua’lam.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat ; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS 2:153)

Anak-anakku…

Akan tiba masanya ketika kalian dihadang badai dalam hidup. Bisa badai di luar diri kalian, bisa badai di dalam diri kalian. Hadapilah denga tabah dan sabar, jangan lari. Badai pasti akan berlalu.

Anak-anakku…

Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai dalam perjalanan  menemukan dirinya yang sejati. Inilah badai yang bisa membongkar dan mengempaskan iman, logika, kepercayaan diri, dan tujuan hidup. Akibat badai ini bisa lebih hebat dari badai ragawi. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kalian akan menjinakkan dunia akhirat.

Anak-anakku…

Bila badai datang. Hadapi dengan iman dan sabar. Laut tenang ada untuk dinikmati dan disyukuri. Sebaliknya laut badai ada untuk ditaklukkan, bukan ditangisi. Bukanlah karakter pelaut andal ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintasi lautan takk bertepi?

Dikutip dari Ranah 3 Warna ( Ahmad Fuadi, 2011) halaman 457